GERHANA BULAN

19 01 2010

Gerhana bulan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari

Gerhana Bulan

Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara matahari dengan bumi.

Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.

Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.

[sunting] Jenis-jenis gerhana bulan

  • Gerhana bulan total

Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra.

  • Gerhana bulan sebagian

Pada gerhana ini, tidak seluruh bagian bulan terhalangi dari matahari oleh bumi. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan.

  • Gerhana bulan penumbra

Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.

[sunting] Galeri

16 Mei 2003

7 November 2003

28 Oktober 2004

14 Maret 2006

3 Maret 2007

21 Februari 2008

16 Agustus 2008

Artikel bertopik astronomi dan luar angkasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Wednesday, December 30, 2009
Kemeriahan malam tahun baru akan bertambah dengan fenomena alam yang menakjubkan: gerhana Bulan. Fenomena alam ini bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia pada 1 Januari 2010 dinihari.

“Di seluruh wilayah Indonesia bisa mengamatinya,” ujar peneliti utama astronomi dan astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaludin, ketika dihubungi detikcom, Senin (28/12/2009).

Thomas menjelaskan, gerhana Bulan yang terjadi sekitar satu jam tersebut bisa dinikmati sepanjang di wilayah tersebut masih memasuki waktu malam.

“Mulai pukul 01.53 WIB hingga 02.53 WIB di seluruh wilayah yang waktu itu malam hari bisa mengamati,” terang Thomas.

Menurut Thomas, gerhana Bulan tersebut tidak terlalu besar. Bulatan Bulan yang tertutup bayangan Bumi hanya sekitar 7 persen.

“Tapi karena terjadi saat pergantian tahun itu menarik,” ujar Thomas.

sumber: detik.com

Tempat paling tepat menyaksikannya di Eropa dan Afrika tengah.
Gerhana bulan sebagian akan terjadi di hampir seluruh wilayah Eropa, Afrika dan Asia tepat pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2009 mendatang.

Seperti dimuat laman Space, gerhana bulan terjadi rata-rata dua kali setahun. Gerhana bulan hanya dapat diamati penduduk di setengah permukaan bumi, karena adanya perbedaan waktu. Ketika bayangan bumi tepat mengenai permukaan bulan, saat itulah gerhana terjadi.

Bertepatan dengan gerhana di belahan dunia lainnya, bulan purnama sebagian terjadi di wilayah Amerika utara yang sering disebut ‘bulan biru’. Peneliti mengatakan, kemunculan purnama dapat disaksikan pada pergantian tahun kecuali ada gangguan di atmosfer, seperti debu gunung berapi.

Gerhana bulan sebagian terjadi saat bulan menjadi gelap akibat bayangan bumi. Apabila diperhatikan, bayangan gelap bumi di permukaan bulan lebih halus dan berwarna kemerah-merahan.

Walaupun tidak dapat disaksikan dengan mata telanjang di wilayah Amerika Utara, warga masih dapat menikmati peristiwa ini melalui simulasi perangkat lunak seperti Starry Night. Sebuah teleskop yang menggunakan perangkat lunak ini dapat memperlihatkan gerhana dari wilayah bumi manapun.

Menurut perhitungan peneliti, inilah tahapan terjadinya serta waktu gerhana bulan untuk wilayah Eropa barat dan Afrika Tengah.

Saat matahari terbenam, bulan purnama akan terbit dari barat daya. Sekitar pukul 06.17 malam Jumat waktu lokal, bulan mulai memasuki bayangan bumi, meskipun belum terlihat mata telanjang. Pada pukul 07.52 malam, bulan mulai memasuki bayangan tergelap bumi yang disebut umbra. Gerhana sebagian terjadi tepat pada pukul 08.32. Selanjutnya bulan akan meninggalkan umbra pada pukul 08.53. Sisa bayangan terakhir gerhana akan menghilang pada pukul 10.28 malam.

Para pengamat di seluruh belahan dunia membuat penyesuaian waktu tergantung wilayah waktu masing-masing. Warga di daratan Australia kemungkinan menyaksikan gerhana bulan sebelum bulan terbenam menjelang dini hari pada 1 Januari 2010.

Gerhana Bulan Sebagian dan Gerhana Matahari Cincin Di Awal Tahun 2010

Selamat tahun baru semuanya! Ya, tahun 2009 sudah diganti dengan tahun 2010. Walaupun Tahun Astronomi Internasional sudah berakhir, janganlah bersedih terlalu lama karena di awal tahun 2010 ini ada dua peristiwa astronomi yang menarik dan sayang untuk dilewatkan. Yang satu sudah terlewati, yang satu lagi belum. Mari kita bersiap untuk mengamatinya.

Peristiwa spektakuler pertama di tahun 2010 ini adalah Gerhana Bulan Sebagian (GBS), yang terjadi kurang dari 30 menit setelah pergantian tahun. Proses gerhana itu dimulai dengan masuknya Bulan ke penumbra Bumi pada pukul 00.17 WIB. Namun dengan mata telanjang, kita akan kesulitan melihat perbedaan kenampakan Bulan saat ini dengan sebelum gerhana terjadi. Kita baru bisa melihat pemandangan yang membuat kita menahan nafas ketika waktu menunjukkan pukul 01.53 WIB, yaitu saat Bulan mulai memasuki umbra Bumi. Bagian tepi Bulan akan perlahan menghitam sedikit demi sedikit hingga mencapai puncaknya pada pukul 02.24 WIB dan kembali seperti semula pada pukul 02.53 WIB. Proses GBS ini berakhir seluruhnya pada pukul 04.28 WIB. Kami berhasil melakukan pengamatan dan pemotretan saat itu dan di bawah ini adalah hasilnya.

Gerhana Bulan Sebagian 1 Januari 2010

Apabila saat itu Anda tidak sempat menyaksikan GBS, peristiwa gerhana berikut mungkin bisa Anda masukkan dalam jadwal sebagai salah satu peristiwa yang kami rekomendasikan untuk diamati. Peristiwa yang kami maksud adalah Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada tanggal 15 Januari 2010. Namun dari Indonesia, yang bisa kita amati hanyalah Gerhana Matahari Sebagian (GMS) saja, karena tidak ada daerah di Indonesia yang dilalui oleh jalur totalitasnya, tidak seperti GMC 26 Januari 2009 yang lalu.

Daerah di Indonesia yang dapat menyaksikan gerhana nanti adalah seluruh Sumatra dan Kalimantan, bagian barat pulau Jawa, dan bagian utara pulau Sulawesi. Meskipun begitu, proses GMS akan bisa kita saksikan lebih baik apabila kita berada di wilayah barat Indonesia. Di sana gerhana akan berlangsung lebih lama dan piringan Matahari yang tertutup oleh Bulan juga lebih banyak dibandingkan dengan pengamatan di daerah timur.

Animasi GMC 15 Jan 2010. Sumber: eclipse.org.uk

Untuk pengamat yang berada di Banda Aceh, gerhana dimulai pada sekitar pukul 13.40 WIB dan berakhir pada pukul 16.40 WIB. Luas daerah piringan Matahari yang tertutupi Bulan mencapai 46% pada saat maksimumnya, yaitu pada sekitar pukul 15.20 WIB. Jumlah tersebut jauh lebih besar daripada hasil pengamatan di Manado yang hanya menutupi 0,3% daerah piringan Matahari saja. Di bawah ini adalah animasi kenampakan gerhana Matahari dari 4 kota di Indonesia, yaitu Banda Aceh, Jakarta, Semarang, dan Manado (semuanya berumber dari eclipse.org.uk). Untuk melihat animasi kenampakan gerhana dari daerah lainnya, silakan kunjungi situs tersebut.

[View with PicLens]

PERINGATAN. Satu hal penting yang HARUS DIPERHATIKAN ketika mengamati Matahari adalah kita tidak boleh melihatnya secara langsung baik dengan mata telanjang ataupun dengan alat optik seperti kamera, binokular, ataupun teleskop. Melakukan hal tersebut dapat mengakibatkan KERUSAKAN MATA sementara ataupun permanen (KEBUTAAN). Amati Matahari dengan menggunakan filter yang aman, dan jangan melihatnya secara terus menerus. Amati paling lama 2 menit, kemudian berhenti dan baru amati lagi setelah 3 menit. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kerusakan pada mata seandainya ada cacat pada filter yang kita gunakan. Baca juga halaman ini. Selamat melakukan pengamatan.

Senin, Januari 04, 2010

GERHANA BULAN DI ALJUBAIL.S.A

Bulan

Masih suasana tahun baru ,,,tanggal 1 Januari 2010 yang lalu, selain tidak ada spesial menyambut tahun barunya,,,di kota ALJUBAIL .S.A malah sore hari sebelum saya berangkat mengaji di Masjid Da’wa Center, turun hujan,,saat saya mengaji di dalam Masjid, hujan lagi ,,,,makanya jalan-jalan pada genang air, karena dijalan tidak ada lubang resapan airnya,,,mungkin sengaja tidak dibikin, masalahnya jarang turun hujan.

Pada malam harinya, suami pulang dari kumpul-kumpul dengan sahabatnya,melihat banyak orang pada sholat di Masjid,,,padahal sudah pukul 11.30 malam, suami lalu menanyakan pada sholat apa,,ternyata sholat gerhana bulan…wah persis malam tahun baru ya,,,ada gerhana bulan di kota ALJUBAIL.S.A.

Semoga tidak akan terjadi apa-apa di tahun 2010 ini,,,mungkin kita semua harus bebenah diri, instropeksi diri dan berkaca pada tahun 2009 yang lalu,,agar segalanya menjadi lebih baik di tahun 2010 ini.

Kalau di INDONESIA dulu,,pernah mengalami gerhana bulan dan gerhana matahari,,malahan sudah beberapa kali.

Sahabat semua masih ingat,,saat gerhana bulan dan gerhana matahari?

Malam Tahun Baru akan Disambut Gerhana Bulan Sebagian

Kamis, 31 Desember 2009 | 17:14 WIB

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Ilustrasi gerhana bulan sebagian.

JAKARTA, KOMPAS.com – Gerhana bulan sebagian diperkirakan terjadi pada malam pergantian tahun 2009 ke tahun 2010. Gerhana bulan sebagian ini akan terjadi Jumat (1/1/2010) sekitar pukul 00.15 dan mencapai puncaknya pada pukul 02.22.

Peristiwa ini akan menyebabkan air laut pasang di beberapa wilayah, seperti Jakarta. Akibatnya, apabila malam itu turun hujan lebat, banjir akan terjadi.

Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaludin, Selasa (29/12/2009) di Jakarta, menyatakan, gerhana bulan sebagian di wilayah Indonesia bagian barat dapat dilihat pada 1 Januari 2010 mulai dari pukul 01.53 sampai 02.53.

Pada 15 Januari 2010 juga akan terjadi gerhana matahari cincin yang juga merupakan gerhana matahari sebagian.

Secara terpisah, Kepala Subbidang Informasi Meteorologi pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Jatmiko menyatakan, saat gerhana bulan sebagian terjadi, wilayah Jakarta dan sekitarnya diperkirakan akan diguyur hujan lebat mulai dari siang hingga malam atau dini hari.

Adapun wilayah Indonesia lainnya, berdasarkan prakiraan mingguan BMKG yang berlaku mulai dari 29 Desember 2009 hingga 4 Januari 2010, akan diguyur hujan ringan dan sedang.

Gerhana Bulan Total, Besok Malam

JAKARTA, Netsains – Lagi, penggemar astronomi akan dipuaskan habis bulan ini. Bukan hanya pehobi astronomi, melainkan masyarakat luas. Gerhana bulan seperti biasa menarik perhatian banyak orang. Pada 28 Agustus ini, Gerhana Bulan Total (GBT) seri Saros 128 akan terjadi. Ini merupakan Gerhana Bulan ke 40 dari 71 Gerhana Bulan dalam seri Saros 128.

“Pada musim gerhana kedua ini kedudukan Bulan dan Matahari seolah bertukar tempat,” jelas Dr. Moedji Raharto dari Kelompok Keahlian Astronomi FMIPA ITB seperti yang dikutip dari Langitselatan.com. “Kalau pada GBT 3-4 Maret 2007 Matahari berada di arah rasi Aquarius maka pada GBT 28 Agustus 2007, Bulan berada di arah rasi Aquarius dan Matahari di arah rasi Leo. Gerhana Bulan ini bisa disaksikan bagi pengamat yang berada di wilayah Indonesia. Pada sore hari Bulan terbit dalam keadaan gerhana.”

Menarik

GBT lebih menarik dibanding gerhana bulan sebagian, sebab pada saat itu bulan akan tepat berada pada daerah umbra. Umbra adalah bayangan inti yang berada di bagian tengah sangat gelap pada saat terjadi gerhana. Berarti saat itu keadaan akan gelap gulita. Sedangkan pada gerhana bulan sebagian masih ada sebagian sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan. Gerhana bulan sebagian juga akan terjadi pada 11 September 2007 mendatang

Pada GBT 28 Agustus 2007, awal gerhana dapat disaksikan di Amerika Utara, sebagian Amerika Selatan, Antarctica , New Zealand, Australia bagian timur, timur laut Asia, lautan Pacific, lautan Atlantik bagian barat; Indonesia, Asia Timur, lautan India. Akhir gerhana Bulan Total dapat disaksikan di Afrika, Europa, Asia Barat, Queen Maud Land di Antarctica, Semenanjung Antarctic, America Selatan, eastern North America, Greenland, kawasan Arctic, lautan Atlantik, barat lautan Indian. “Bagi yang tinggal di Indonesia untuk mengamati gerhana , cari lokasi lapang di kaki timur langit. Daerah lapang kira – kira 20 derajat di selatan titik lokasi Matahari terbit . Kalau kita menghadap ke timur, arah tangan kanan adalah arah Selatan. Lokasi harus cukup lapang tidak ada halangan bangunan atau pohon agar bisa menyaksikan gerhana Bulan mulai Bulan terbit,” jelas Moedji yang menetap di kawasan Kompleks Observatorium Bosscha, Lembang Bandung ini.

13 Fasa

Tahun 2007 terdapat 13 fasa Bulan Purnama. Yang pertama pada 3 Januari 2007 dan yang terakhir 24 Desember 2007. Bulan Juni 2007 terdapat 2 fasa bulan Purnama yaitu 1 Juni 2007 (pertengahan Jumadil Awal 1428 H) dan 30 Juni 2007 (pertengahan bulan Jumadits Tsani). Dua diantara 13 fasa Bulan Purnama berlangsung pada musim gerhana yaitu 3-4 Maret 2007 dan 28 Agustus 2007.

Dalam 19 tahun terdapat 235 kali Bulan Purnama. Bulan Purnama itu tersebar 7 tahun dengan setiap tahun terdiri dari 13 Bulan Purnama ( total 91 Bulan Purnama) dan 12 tahun dengan setiap tahun terdiri dari 12 Bulan Purnama (144 Bulan Purnama). Pada tahun 2007 terdapat 13 bulan Purnama, Purnama pertengahan bulan Dzulhijjah 1427 H (3 Januari 2007) sampai Purnama pertengahan bulan Dzulhijjah 1428 H (24 Desember 2007). GBT pertama akan berlangsung pada pertengahan bulan Safar 1428 H ( 3-4 Maret 2007) dan pertengahan bulan Sya’ban 1428 H (28 Agustus 2007).

Secara umum di Indonesia tidak bisa menyaksikan keseluruhan momen rangkaian gerhana Bulan Total baik untuk GBT 4 Maret 2007 (GBT Maret 2007) atau GBT 28 Agustus 2007 (GBT Agustus 2007). Dari kedua momen gerhana yang bisa disaksikan di Indonesia Bulan Terbenam dalam keadaan Gerhana dan Bulan Terbit dalam keadaan Gerhana.

Tahun Baru:gerhana bulan apa gerangan

Cak Lim

|  31 Desember 2009  |  22:00

204

5

kudengar dari orang yang mengertahui akan ada gerhana bulan pada malam pergantian tahun 2009 di perkiraan pada pukul 3 pagi.malkum saya belum dapat tanggal 2010.apa yang terjadi dengan hal ini pada malam pengatian tahun . sang pencipta menunjukan kebesaran yang mendekati bencana besar.aku hanya memohon perlindungan dengan sholat gerhana bulan agar tidak terjadi musibah.

kebingungku kenapa ada pertanda yang di nampakan saat malam pergatian tahun 2009.setelah tokoh pluralisme bangsa indonesia KH.Abdul Rahman Wachid wafat.aku dengan berita dari orang yang berkumpul di kampung saat tahlil rutin bilang “nanti malam ada gerhana bulan perkiraan jam 3 pagi 1 januari 2010″ akankah ini petunjuk tuhan sebagai peneguran di tahun 2010.ALLAH HU AKBAR.

dalam hal ini kita termasuk penulis di tutut berintropeksi diri untuk di tahun 2010 yang akan datang.musibah akan datang bila tuhan murka dan tidak bisa di pikirkan dengan logika hanya do’a orang yang dekat dengan Allah termasuk gus dur di butuhkan.namun sayang mati itu mesti datang.keinginan hanya semoga masih ada orang alim yang mendo’akan akan bumi indonesia tidak terjadi bencana besar di tahun yang akan segera berganti.

Gerhana Bulan Akan Meriahkan Malam Tahun Baru

radhite

Astronomi

4480 views

Kemeriahan malam tahun baru akan bertambah dengan fenomena alam yang menakjubkan: gerhana Bulan. Fenomena alam ini bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia pada 1 Januari 2010 dinihari.

“Di seluruh wilayah Indonesia bisa mengamatinya,” ujar peneliti utama astronomi dan astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaludin, ketika dihubungi detikcom, Senin (28/12/2009).

Thomas menjelaskan, gerhana Bulan yang terjadi sekitar satu jam tersebut bisa dinikmati sepanjang di wilayah tersebut masih memasuki waktu malam.

“Mulai pukul 01.53 WIB hingga 02.53 WIB di seluruh wilayah yang waktu itu malam hari bisa mengamati,” terang Thomas.

Menurut Thomas, gerhana Bulan tersebut tidak terlalu besar. Bulatan Bulan yang tertutup bayangan Bumi hanya sekitar 7 persen.

“Tapi karena terjadi saat pergantian tahun itu menarik,” ujar Thomas.

Gerhana bulan akan terjadi pada malam ini (31/12/2009) atau 1 Januari 2010 dinihari. Sedangkan 14 hari setelahnya akan terjadi gerhana matahari. Fenomena alam ini hanya bisa disaksikan masyarakat Indonesia di wilayah tertentu saja. Informasi ini disampaikan oleh Lemabaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Senin (28/12/2009).

Gerhana Matahari pada 15 Januari merupakan gerhana cincin (annular), namun di Indonesia yang tampak adalah gerhana sebagian (parsial). Akibatnya hanya kawasan tertentu di Indonesia saja yang bisa menyaksikannya.

Gerhana cincin itu hanya melintas di Afrika bagian selatan, India, Thailand dan China. Di Indonesia, di Sumatera, Kalimantan, Jawa bagian barat dan tengah serta Sulawesi bagian utara.

Gerhana Matahari ini terlihat pada sore hari. Di Indonesia tergantung wilayahnya, baru ada sekitar pukul 3 – 4 sore. Di Indonesia Tengah sekitar pukul 4 hingga 5 sore.

Penampakan gerhana Matahari di masing-masing wilayah Indonesia juga berbeda-beda. Di Jawa penampakan hanya mencapai sekitar 10 persen, di Kalimantan sekitar 5-20 persen, di Sulawesi hanya 0-7 persen. Sumatera mencapai 10-60 persen, yang paling baik di Aceh sekitar 60 persen.

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: